Kunjungan turis mancanegara ke Sumatera Utara merosot pada September 2026. Tingkat hunian hotel berbintang juga melemah di seluruh kelas.

Medan, Saatini.com - Sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut) menghadapi tekanan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hanya mencapai 25.558 kunjungan.

Angka tersebut turun 18,47% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, jumlah kunjungan turis asing juga merosot 12,99%.

Penurunan kunjungan wisatawan asing ini turut menjadi perhatian karena tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut ikut melemah. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata pada September belum sekuat periode sebelumnya.

Belum Masuk Musim Liburan, Kunjungan Turis Asing Menurun

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menjelaskan, penurunan jumlah kunjungan wisman pada September masih berkaitan dengan belum masuknya periode liburan akhir tahun.

"Hal itu dapat dimaklumkan karena belum memasuki masa periode liburan akhir tahun," ujar Asim di Medan, Senin.

Menurut catatan BPS, jumlah kunjungan wisman pada September 2026 mencapai 25.558. Sementara itu, data perbandingan yang disampaikan BPS menunjukkan jumlah kunjungan pada periode sebelumnya sebesar 31.349 secara bulanan dan 29.372 secara tahunan.

Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar

Di tengah penurunan kunjungan, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kedatangan turis asing ke Sumatera Utara. Negara tetangga tersebut menyumbang 51,91% dari total kunjungan wisman pada September 2026.

Singapura menempati posisi berikutnya dengan pangsa 5,88%. Setelah itu, Tiongkok menyumbang 3,70%, Belanda 3,47%, dan Jerman 3,43%.

Dominasi wisatawan Malaysia memperlihatkan besarnya kontribusi pasar regional terhadap kunjungan turis asing ke Sumut. Sementara itu, wisatawan dari Singapura, Tiongkok, Belanda, dan Jerman juga masuk dalam kelompok negara penyumbang kunjungan terbesar.

Hunian Hotel Berbintang Ikut Melemah

Penurunan aktivitas pariwisata juga terlihat dari tingkat penghunian kamar hotel berbintang. BPS Sumut mencatat TPK hotel berbintang turun 2,40 poin persentase secara bulanan dan 1,20 poin persentase secara tahunan pada September 2026.

Hotel bintang lima mencatat tingkat hunian sebesar 54,31% pada September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 55,79%.

Penurunan juga terjadi pada hotel bintang empat. Tingkat penghunian kamar di kelas hotel ini tercatat 47,06%, turun dari 50,40% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, hotel bintang tiga mencatat TPK sebesar 33,04% pada September 2026. Capaian tersebut merosot dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 35,65%.

Hotel Bintang Tiga Catat Tingkat Hunian Terendah

Data BPS memperlihatkan tingkat hunian hotel berbintang di Sumatera Utara mengalami penurunan pada seluruh kelas yang disebutkan. Hotel bintang lima masih mencatat TPK tertinggi, sedangkan hotel bintang tiga berada pada posisi terendah.

Hotel bintang lima membukukan tingkat hunian 54,31%, disusul hotel bintang empat sebesar 47,06%. Adapun hotel bintang tiga hanya mencapai 33,04% pada September 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pelemahan tingkat hunian tidak hanya terjadi pada satu segmen hotel. Seluruh kelas hotel yang tercatat BPS mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2026.

Menanti Momentum Liburan Akhir Tahun

Penurunan kunjungan wisatawan asing dan tingkat hunian hotel terjadi sebelum memasuki periode liburan akhir tahun. Asim menyebut kondisi tersebut masih dapat dimaklumi karena musim liburan belum dimulai.

Dengan dominasi wisatawan Malaysia dan kontribusi sejumlah negara lain, pasar mancanegara menjadi bagian penting dalam pergerakan pariwisata Sumatera Utara. Data September 2026 juga memperlihatkan bahwa tingkat kunjungan wisman dan aktivitas perhotelan sama-sama mengalami pelemahan.

Perkembangan pada periode berikutnya akan menjadi perhatian untuk melihat bagaimana momentum liburan akhir tahun memengaruhi kunjungan wisatawan asing dan tingkat hunian hotel berbintang di Sumatera Utara. (*)